Langsung ke konten utama

Raffi Ahmad Pernah Nangis Ketika Ditahan BNN

Zona Gosip indonesia - Raffi Ahmad Pernah Nangis Ketika Ditahan BNN: Perjuangan pihak keluarga agar artis berusia 26 tahun itu dibebaskan sepertinya masih cukup jauh. Setelah sidang pra peradilannya ditolak, Raffi kini harus menjalani rehabilitasi. 



Kuasa hukum BNN, Partahi Sihombing, menegaskan pihaknya punya dasar kuat untuk memasukkan Raffi ke panti rehabilitasi. Hal ini karena Raffi sempat menangis setelah ditahan di salah satu sel BNN selama tiga jam.

"Raffi pernah ditahan di belakang (gedung BNN) selama tiga jam," kata Partahi di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/3). "Tapi dia terus menangis."

Dengan pertimbangan itulah, BNN akhirnya memasukkan Raffi ke Panti Rehabilitias di Lido Jawa Barat. Partahi berharap keputusan tersebut bisa diterima oleh keluarga Raffi.

"Seharusnya itu tidak boleh ditolak," lanjut Partahi. "Bisa saja pihak BNN menjebloskan Raffi ke dalam sel tahanan."

Pihak Raffi memang memasalahkan rehabilitasi Raffi. Mereka beralasan, Raffi sehat. Selain itu, penandatanganan surat rehabilitasi Raffi oleh paman Raffi, Mansur Ahmad, dinilai tidak sesuai dengan kemauan keluarga. (wk/nn)

Sumber: www.wowkeren.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998

Zona Gosip Indonesia - Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998 : Sebagai salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998, Sandyawan Sumardi melihat pemerkosaan merupakan cara efektif untuk menimbulkan kepanikan sekaligus ketakutan di masyarakat.  Hingga saat ini, kasus pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 kian pudar dari ingatan publik. Bahkan, tidak sedikit kalangan meragukan kejadian itu. “Saya punya data lengkap sekitar 52 orang (korban pemerkosaan) pada Mei 1998 di beberapa tempat. Tapi ada etika, identitas korban tidak bisa disebarkan. Itu buat keselamatan dan nama baik korban,” kata Sandyawan saat ditemui merdeka.com Senin lalu di kantornya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia mengakui perlu perjuangan berat untuk meminta pengakuan para korban. Namun setelah laporan tim pencari fakta selesai disusun, pemerintah malah menganulir temuan itu. Mereka bahkan menyebarkan foto-foto korban pemerkosaan. “Itulah cara-cara pemerintah mendiskreditkan t...