Langsung ke konten utama

Teuku Rafli Pasya Nikahi Gadis Muda


Teuku Rafli Pasya Nikahi Gadis 21 Tahun

Zona Gosip Indonesia - Teuku Rafli Pasya Nikahi Gadis Muda: Mantan suami Tamara Bleszynski, Teuku Rafli Pasya menikah dengan seorang perempuan yang diketahui bernama Nurah Sheivirah. Pernikahan mereka berlangsung Minggu (17/3) kemarin, di Crown Plaza Jakarta.

Tidak banyak keterangan yang diperoleh, namun informasi yang berkembang di dunia maya mengungkapkan, istri Teuku Rafli Pasya masih berusia 21 tahun. Beberapa foto menunjukan suasana pernikahan mereka yang begitu mewah.

Banyak ucapan disampaikan oleh teman, sahabat dan para penggemar Rafli. Banyaknya tamu yang hadir pun terpantau oleh TMC Polda Metro Jaya memacetkan jalanan ke Slipi arah ke Semanggi.

"21.57 Imbas antrian kendaraan ke Hotel Crown (ada Resepsi), Slipi arah ke Semanggi terpantau masih padat," tulis @TMCPoldaMetro.

Sejak perceraiannya dengan artis Tamara Bleszynski, nama Teuku Rafli Pasya tidak banyak muncul di dunia entertainment tanah air. Dia lebih banyak sibuk dengan aktivitasnya sebagai pengusaha.

Tamara dan Rafli resmi bercerai pada 1 Februari 2006. Namun mereka harus lama di persidangan terkait hak asuh anak. Baru pada 3 Januari 2007 melalui putusan kasasi No 349/K/AG/2006 menetapkan hak asuh sang anak, Rassya Islamay Passya, jatuh kepada Rafli. (kpl/dar)

Sumber: Kapanlagi.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998

Zona Gosip Indonesia - Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998 : Sebagai salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998, Sandyawan Sumardi melihat pemerkosaan merupakan cara efektif untuk menimbulkan kepanikan sekaligus ketakutan di masyarakat.  Hingga saat ini, kasus pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 kian pudar dari ingatan publik. Bahkan, tidak sedikit kalangan meragukan kejadian itu. “Saya punya data lengkap sekitar 52 orang (korban pemerkosaan) pada Mei 1998 di beberapa tempat. Tapi ada etika, identitas korban tidak bisa disebarkan. Itu buat keselamatan dan nama baik korban,” kata Sandyawan saat ditemui merdeka.com Senin lalu di kantornya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia mengakui perlu perjuangan berat untuk meminta pengakuan para korban. Namun setelah laporan tim pencari fakta selesai disusun, pemerintah malah menganulir temuan itu. Mereka bahkan menyebarkan foto-foto korban pemerkosaan. “Itulah cara-cara pemerintah mendiskreditkan t...