Langsung ke konten utama

Eyang Subur siap tobat diam-diam

Siap Bertobat, Eyang Subur Tak Mau Dipublikasikan
Zona Gosip Indonesia - Eyang Subur siap tobat diam-diam: MUI menyarankan Eyang Subur untuk segera bertobat dan menceraikan istrinya yang ke-lima sampai seterusnya. Ramdan Alamsyah, pengacara Subur, mengatakan kliennya menerima keputusan itu dan secepatnya melakukan taubat.

Akan tetapi tobatnya Subur tak akan dipublikasikan lewat media apapun. "Malem ini pun akan tobat. Masa harus dipublikasikan atau buat surat," ujar Ramdan saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/4).

MUI juga membuka pintu untuk membimbing Eyang Subur ke jalan yang benar dan mengajarkan ilmu agama Islam yang sesuai. Ramdan pun menyatakan kalau kliennya mau melakukan hal tersebut.

"Kita nerima dengan ikhlas dan ridho. Eyang mau dibimbing, mau nerima," tegas Ramdan.

Namun saran MUI agar taubat yang dilakukan agar diiklankan ditolak oleh Subur. "Kalo taubat diiklankan itu riya," pungkas Ramdan. (kpl/aal/abs/sjw)

Sumber: kapanlagi.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998

Zona Gosip Indonesia - Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998 : Sebagai salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998, Sandyawan Sumardi melihat pemerkosaan merupakan cara efektif untuk menimbulkan kepanikan sekaligus ketakutan di masyarakat.  Hingga saat ini, kasus pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 kian pudar dari ingatan publik. Bahkan, tidak sedikit kalangan meragukan kejadian itu. “Saya punya data lengkap sekitar 52 orang (korban pemerkosaan) pada Mei 1998 di beberapa tempat. Tapi ada etika, identitas korban tidak bisa disebarkan. Itu buat keselamatan dan nama baik korban,” kata Sandyawan saat ditemui merdeka.com Senin lalu di kantornya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia mengakui perlu perjuangan berat untuk meminta pengakuan para korban. Namun setelah laporan tim pencari fakta selesai disusun, pemerintah malah menganulir temuan itu. Mereka bahkan menyebarkan foto-foto korban pemerkosaan. “Itulah cara-cara pemerintah mendiskreditkan t...