Langsung ke konten utama

Masayu & Lembu tambah anak?

Zona Gosip Indonesia - Masayu & Lembu tambah anak? Pasangan selebriti Lembu Wimoro (vokalis Clubeighties) dan Masayu Anastasia (aktris) bergantian bagi waktu untuk mengurus anak mereka, Samara Anaya Amandari (3,5 tahun). Bahkan setelah Samara masuk sekolah Taman Kanak kanak (TK), pasangan ini siap menambah momongan lagi.

Lembu dan Masayu Siap Tambah Momongan
 
"Saya kerja kantoran, libur sabtu minggu, tapi istri saya kan sekarang striping, justru sabtu minggu jadwalnya padat, jadi gantian," kata Lembu kepada wartawan, usai menghadiri resepsi pernikahan Desta dan Chacha, Minggu (21/4) malam, di gedung Dhanapala, Jakarta Pusat.

Meski padatnya jadwal Lembu dan Masayu, mereka mempunyai jadwal tetap untuk mengurus anak.

"Setidaknya dalam waktu 24 jam ada waktu dia bersama kami, saya juga suka ajak ke lokasi syuting," kata Masayu.

Sebagai suami, ia tetap mendukung kegiatan positif istrinya diluar rumah.

"Terserah dia mau syuting striping atau kerja, asal dia bagi waktu kapan harus urusin saya dan Samara," kata Lembu.

Mereka berencana akan menyekolahkan Samara di TK A pada Juli mendatang.

"Samara yang minta sekolah biar banyak teman katanya, mungkin karena kebiasaan main sendiri di rumah," kata Masayu.

Namun, pasangan selebriti ini berencana untuk menambah anak lagi. 

"Kalau bisa tahun depan saya sudah hamil biar Samara punya adik," kata Masayu.

Sumber: C&R Digital (cekricek.co.id) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998

Zona Gosip Indonesia - Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998 : Sebagai salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998, Sandyawan Sumardi melihat pemerkosaan merupakan cara efektif untuk menimbulkan kepanikan sekaligus ketakutan di masyarakat.  Hingga saat ini, kasus pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 kian pudar dari ingatan publik. Bahkan, tidak sedikit kalangan meragukan kejadian itu. “Saya punya data lengkap sekitar 52 orang (korban pemerkosaan) pada Mei 1998 di beberapa tempat. Tapi ada etika, identitas korban tidak bisa disebarkan. Itu buat keselamatan dan nama baik korban,” kata Sandyawan saat ditemui merdeka.com Senin lalu di kantornya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia mengakui perlu perjuangan berat untuk meminta pengakuan para korban. Namun setelah laporan tim pencari fakta selesai disusun, pemerintah malah menganulir temuan itu. Mereka bahkan menyebarkan foto-foto korban pemerkosaan. “Itulah cara-cara pemerintah mendiskreditkan t...