Langsung ke konten utama

Tanpa Uje, Haru Menyelimuti Pengajian Artis

Zona Gosip Indonesia - Tanpa Uje, Haru Menyelimuti Pengajian Artis: Pengajian Artis yang berlangsung pada Sabtu, 27 April 2013 di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, tampak haru tanpa kehadiran almarhum Ustad Jeffry Al-Bukhori. Uje yang dijadwalkan akan datang telah meninggal dalam kecelakaan maut pada Jumat dini hari, 26 April 2013.

Tanpa Uje, Haru Menyelimuti Pengajian Artis

Pengajian yang dihadiri sederetan artis sahabat-sahabat Uje seperti Dude Harlino, Dimas Seto, Dini Aminarti, Umar Lubis, Teuku Wisnu, Tommy Kurniawan diawali oleh Dude dengan menyampaikan perasaan harunya. 

"Teman-teman, ada sesuatu yang berbeda hari ini karena kejadian kemarin. Mari kita mendoakan sahabat kita, guru kita dan ustad kita. Sebenarnya beliau akan datang hari ini, tapi karena Allah memberikan kasih sayang yang berbeda kepada beliau, ia telah dipanggil kemarin" ucap Dude mengawali acara. 

Peserta pengajian yang terlihat khusyu lantas mulai serempak membacakan Surat Yaasin yang dipersembahkan kepada mendiang Uje. "Mari kita membaca Yaasin yang kita niatkan untuk sahabat kita Uje" kata Umar Lubis saat memimpin bacaan ayat Alquran.

Ustadz Jefri Al Buchori meninggal dunia karena mengalami kecelakaan motor. Dalam karir dakwahnya, Uje dikenal sebagai 'Ustad Gaul'. Tidak hanya itu, gaya khas Uje dengan baju koko yang selalu dikenakannya berhasil menciptakan tren. Uje yang telah berpulang meninggalkan sang istri, Pipik serta empat anak. NURUL MAHMUDAH

Sumber: Tempo.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998

Zona Gosip Indonesia - Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998 : Sebagai salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998, Sandyawan Sumardi melihat pemerkosaan merupakan cara efektif untuk menimbulkan kepanikan sekaligus ketakutan di masyarakat.  Hingga saat ini, kasus pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 kian pudar dari ingatan publik. Bahkan, tidak sedikit kalangan meragukan kejadian itu. “Saya punya data lengkap sekitar 52 orang (korban pemerkosaan) pada Mei 1998 di beberapa tempat. Tapi ada etika, identitas korban tidak bisa disebarkan. Itu buat keselamatan dan nama baik korban,” kata Sandyawan saat ditemui merdeka.com Senin lalu di kantornya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia mengakui perlu perjuangan berat untuk meminta pengakuan para korban. Namun setelah laporan tim pencari fakta selesai disusun, pemerintah malah menganulir temuan itu. Mereka bahkan menyebarkan foto-foto korban pemerkosaan. “Itulah cara-cara pemerintah mendiskreditkan t...