Langsung ke konten utama

Alasan Wenda jatuh hati pada Ruben

Zona Gosip Indonesia - Alasan Wenda jatuh hati pada Ruben: Tidak terasa sudah setahun pasangan Ruben Onsu dan Wenda Tan menjalin hubungan. Setahun mengenal sang pacar, tak segan Wenda memuji calon suaminya itu.



Wenda menilai sosok Ruben sebagai pria pemimpin. Walaupun terkesan galak, mantan personel Cherry Belle tetap menghargai Ruben.

"Aku senengnya sama dia (Ruben), dia sosok pria yang memimpin. Arahin aku ke arah dewasa. Mungkin dia sedikit keras tapi itu kan buat aku jadi lebih baik lagi," ujar Wenda saat ditemui di Museum Transportasi, TMII, Jakarta Timur, Minggu (12/5).

Sementara itu, Ruben yang lebih dewasa dari Wenda selalu mengingatkan calon istrinya itu untuk belajar dari pengalaman pahit dari artis-artis lain yang cerai.

"Saya selalu gini, selama saya jadi presenter gosip saat bawain artis yang cerai saya bilang sama Wenda semua ga pernah tau ke depannya gimana. Kita harus pelajari hal itu," pungkasnya. (kpl/pur/dar)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998

Zona Gosip Indonesia - Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998 : Sebagai salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998, Sandyawan Sumardi melihat pemerkosaan merupakan cara efektif untuk menimbulkan kepanikan sekaligus ketakutan di masyarakat.  Hingga saat ini, kasus pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 kian pudar dari ingatan publik. Bahkan, tidak sedikit kalangan meragukan kejadian itu. “Saya punya data lengkap sekitar 52 orang (korban pemerkosaan) pada Mei 1998 di beberapa tempat. Tapi ada etika, identitas korban tidak bisa disebarkan. Itu buat keselamatan dan nama baik korban,” kata Sandyawan saat ditemui merdeka.com Senin lalu di kantornya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia mengakui perlu perjuangan berat untuk meminta pengakuan para korban. Namun setelah laporan tim pencari fakta selesai disusun, pemerintah malah menganulir temuan itu. Mereka bahkan menyebarkan foto-foto korban pemerkosaan. “Itulah cara-cara pemerintah mendiskreditkan t...