Langsung ke konten utama

Gading Marten Ulang tahun Mendapat Hadiah Sendal Jepit

Zona Gosip Indonesia - Gading Marten Ulang tahun Mendapat Hadiah Sendal Jepit: Rabu (8/5/2013) menjadi hari yang membahagiakan untuk Gading Marten. Pasalnya ia mendapatkan kejutan ulang tahun dari calon istrinya, Gisella Anastasia.


Di tengah aktivitas paginya sebagai presenter Inbox-SCTV, Gading Marten tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Gisel menaiki mobil penuh coretan. "Wah, bilangnya mau syuting. Ternyata datang kesini," kata Gading Marten tanpa bisa menyembunyikan wajah bahagianya. Inilah kejutan yang disiapkan oleh Andika Pratama dan sahabat-sahabat Gading lainnya.

"Selamat ulang tahun ke-31 ya. Semoga j
adi orang yang baik. Untuk keluarga dan semuanya," kata Gisel sambil membawa kue ulang tahun.

Usai meminta Gading meniup lilin, Gisel memberikan beberapa kotak besar sebagai hadiah. Ketika kotak pertama dibuka, Gading Marten mendapatkan sepasang sendal jepit. "Kenapa sendal jepit? Ini hadiah yang istimewa. Karena sendal jepit tidak bisa dipakai sebelah saja. Harus sepasang. Biar kalian (Gading-Gisel) selalu hidup berpasangan selamanya," kata Andika Pratama, presenter Inbox lainnya yang juga sahabat Gading.
Kado kedua, Gisel memberikan Gading bakul nasi. "Ini maknanya, Gading bekerja dari pagi sampai malam demi mencari sesuap nasi," jelas Andika.

Hadiah selanjutnya Gading memperoleh hadiah uang receh. "Uang receh ini maksudnya semoga Gading dapat rejeki yang berlimpah dan selalu bersyukur berapa pun rejeki yang didapat," ungkap Andika.(Rom)
 
Sumber: liputan6.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998

Zona Gosip Indonesia - Sejarah kelam pemerkosaan massal 1998 : Sebagai salah satu anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998, Sandyawan Sumardi melihat pemerkosaan merupakan cara efektif untuk menimbulkan kepanikan sekaligus ketakutan di masyarakat.  Hingga saat ini, kasus pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 kian pudar dari ingatan publik. Bahkan, tidak sedikit kalangan meragukan kejadian itu. “Saya punya data lengkap sekitar 52 orang (korban pemerkosaan) pada Mei 1998 di beberapa tempat. Tapi ada etika, identitas korban tidak bisa disebarkan. Itu buat keselamatan dan nama baik korban,” kata Sandyawan saat ditemui merdeka.com Senin lalu di kantornya di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia mengakui perlu perjuangan berat untuk meminta pengakuan para korban. Namun setelah laporan tim pencari fakta selesai disusun, pemerintah malah menganulir temuan itu. Mereka bahkan menyebarkan foto-foto korban pemerkosaan. “Itulah cara-cara pemerintah mendiskreditkan t...